Langsung ke konten utama

Cari Blog Ini

Steve Jobs, Contoh Kesempurnaan dalam Hidup Minimalis

"Focusing is saying yes, no, focusing is about saying no!"

Source : www.voi.id

Siapa yang Tak Tahu Steve Jobs ?

Pemilik nama lengkap Steve Paul Jobs yang terlahir di San Fransisco - California memang sudah meninggal dunia sejak 2011. Tetapi karya serta pengaruhnya terhadap dunia masih bisa dirasakan hingga saat ini. Sempat menjabat sebagai ketua dan CEO dari Apple, Steve juga salah satu sosok dibalik film animasi keluargan Pixar dibawah naungan Disney, Toy Story, karena ia juga sempat menjabat sebagai direktur The Walt Disney Company

Meskipun tergolong sebagai miliarder dunia, Steve tidak menerapkan gaya hidup yang glamour dan penuh foya-foya. Sebaliknya, ia banyak menginspirasi terkait gaya hidup minimalis. Dikenal memiliki rumah mewah di California, nyatanya ruangan tempatnya bekerja tergolong minim furnitur. Baginya, less is more, semakin sedikit yang kita miliki semakin banyak hal yang bisa kita raih. Lalu, dari manakah seorang Steve Jobs mendapatkan ilham hidup seperti ini? 

Perjalanan Menemukan Prinsip Minimalis Steve Jobs

Steve muda sempat mendalami Buddha yang salah satunya mengajarkan prinsip 'kesederhanaan mendatangkan kedamaian dalam hidup'. Ia dikenal juga sangat tertarik terhadpa prinsip Zen dari Jepang yang mengurangi segala macam hal yang dirasa kurang berguna untuk mencapai maksimum potensial. 

Pada tahun 1974, Steve muda masih menjadi seorang teknisi dan pergi ke India untuk mengunjungi seorang teman dari sekolahnya dan sekaligus mendalami spiritual. Ia pergi ke kuil di pelosok India dan mendalami ajaran Buddha disana. Belajar mengenai hakikat kehidupan serta kedamaian di dalamnya. Berawal dari perjalanan tersebut, ia diketahui memeluk keyakinan Buddha dan mulai menerapkan hidup yang sederhana untuk mendatangkan kedamaian dalam hidup. 

Kesederhanaan yang dimaksud meliputi tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam bekerja. Steve bukan orang yang gemar bekerja berpuluh-puluh jam, ia mengalokasikan waktu dalam hidupnya sesuai porsinya, untuk bekerja, istirahat, keluarga, dan juga keyakinannya. Tertarik dengan konsep kesederhanaan ini, Steve muda juga sempat pergi ke Jepang untuk melihat prinsip-prinsip Kaizen/Zen yang terkenal dengan hal menyederhanakan setiap hal untuk mendapatkan hasil yang optimal. Salah satunya Steve juga melihat pabrik-pabrik di Jepang yang menerapkan prinsip Zen yang mampu menghemat dana lebih dari sebelumnya, menyisakan banyak ruang pada area gudang dan juga memaksimalkan produksi dengan penyesuaian alur proses bisnis. 

Aplikasi dalam Aspek Pekerjaan

Berbekal dari pengetahuan dan pengalaman terkait prinsip hidup minimalis yang telah diketahuinya, Steve membawa pengaruh tersebut pada perusahaannya, Apple, yang saat itu masih memiliki lebih dari 14 variasi produk yang ditawarkan. Hal inilah salah satu yang menginspirasi Steve dalam membuat setiap produk Apple yang akan menjadi trend setter di tahun-tahun berikutnya. Selain desainnya yang simple dan terkesan 'bersih', produk-produk Apple juga meminimalisir segala hal dalam satu tempat agar semuanya terorganisir dengan baik dan cepat. 

Pengaruh Minimalisme dalam Lingkungan Kerja di Apple

Apple adalah salah satu perusahaan yang memiliki seragam berupa kaos polos dan jeans panjang di era banyak perusahaan masih menerapkan baju berkerah dan sepatu vantofel sebagai seragamnya. Bagi Steve, dengan pakaian yang nyaman dipakai akan mempermudah mereka dalam bergerak ke berbagai area dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk merapikan kerah atau dasi. Desain yang simple juga bisa menghemat biaya pembuatan seragam serta hanya menonjolkan hal yang penting, yakni logo.   

Source : www.google.com

Ruangan di perusahaan juga dibuat simple tetapi tetap fungsional, sehingga mempermudah ruang gerak para karyawan yang hilir mudik. Dengan penerapan prinsip minimalis dalam perusahaannya, para karyawan diharapkan bisa berfokus pada inovasi-inovasi dan ide unik yang akan diterapkan kedepan. Membuat produk-produk yang diciptakan terkesan dinamis dan tetap futuristik tapi tetap mengedepankan fungsi.  

Pengaruh Minimalisme dalam Gaya Kepemimpinan di Apple

Banyak yang mengela Steve selain sebagai CEO yang handal juga merupakan seseorang dengan gaya kepemimpinan yang agresif dan menuntut. Hal ini sudah banyak diketahui sejak Steve menjadi CEO dari NExt, salah satu perusahaan komputer personal, calon dari laptop saat ini. Dengan kepemimpinan yang tegas, disiplin dan meyakinkan ia berhasil membawa kesuksesan untuk perusahaan yang dipimpinnya hingga mampu memproduksi Intel, salah satu prosesor terkenal untuk komputer saat ini.

Ketegasan serta tingkat disiplin yang tinggi juga diaplikasikanya dalam memimpin Apple. Berkat hal tersebut, ia menempatkan Apple beserta produknya selalu berada di garis terdepan dalam hal inovasi teknologi yang diterapkan serta menjadi trend setter model gadget paling adaptif, tanpa meninggalkan karakter. Melalui gaya yang agresif dan menuntut, ia menjadikan Apple sebagai pemimpin perusahaan teknologi yang mampu meramalkan dan menetapkan trend di masyarakat global.

Penerapaan prinsip gaya hidup minimalis yang hanya berfokus pada hal-hal penting dalam satu waktu bisa membuat menjadi seorang penuntut. Hal ini dikarenakan apabila hal-hal tersebut tidak diselesaikan sesegera mungkin, hal-hal lain tidak bisa segera dikerjakan. Dengan mempercepat penyelesaian untuk hal-hal penting, maka hal-hal kecil akhirnya juga bisa dikerjakan. Akibatnya, semakin banyak hal yang dikerjakan telah selesai dan mencapai target, makan kemungkinan inovasi segera ditemukan dan trend segera diramalkan juga akan lebih cepat. Ini juga menjadi salah satu kunci dari kesuksesan Apple sampai saat ini dalam memimpin pasar teknologi.  

Pengaruh Minimalisme dalam Pembuatan Produk Apple

Langkah besar akhirnya diambil Steve dalam merampingkan produk jualan Apple, yang tadinya memiliki lebih dari 14 jenis produk, akhirnya ia memutuskan untuk hanya berfokus pada 4 jenis produk saja, yakni Ipod, Tablet, Iphone dan Mac. Pemangkasan jenis produk ini juga merupakan penerapan prinsip minimalisme, hanya berfokus pada hal-hal yang penting. Pada pengembangan masing-masing lini produk, juga diterapkan hal proses minimalisasi dari desain, fitur hingga tampilan.  

Proses pengembangan produk dengan konsep minimalis ini terlihat dari produk Ipod pertama Apple, konsep dimana dalam satu device mampu menyimpan banyak lagu agar kamu tidak perlu repot mengganti CD, kaset dan didesain dengan desain kecil agar lebih menghemat ruang. Menggantikan beberapa devices sekaligus dalam 1 tempat, Mp3 Player, Music Box, DVD/VCD player, CD, DVD, bisa tergantikan dengan 1 devise, Ipod. 

Begitupun dengan produk legendaris Apple lainnya, Iphone. Produk yang sangat membantu penggunananya yang berfungsi sebagai beberapa hal dalam satu device, music player, gameplay, wallet, video player, connection, semua tercakup dalam satu produk, Iphone. Tampilannya pun juga sangat sederhana tanpa adanya layar muka dan langsung berfokus pada tampilan aplikasi yang ingin digunakan saja. Bahkan, untuk tombol volume dan power juga diperhatikan sebagaimana mungkin sangat minimalis. Sebuah trend baru di masyarakat global dimana saat itu handphone masih banyak menggunakan keypad dengan banyak tombol dan menggunakan layar muka.  

Minimalism juga bisa terlihat dari produk unggulan lain dari Apple, MacBook. MacBook selalu terkesan simple tapi sangat berguna, penggunaan tidak perlu neko-neko tapi sudah bisa mencakup segala hal yang semulanya perlu dilakukan menggunakan komputer personal berdimensi lebih dari 2.2 Meter persegi. Bahkan, produk Macbook Air yang di klaim sebagai laptop teringan dan tertipis saat itu menggegerkan seluruh dunia. Sekali lagi, Apple berhasil menjadi trend setter di dunia teknologi.   

Aplikasi dalam Aspek Kehidupan

Pengaruh dalam Pola Hidup Steve Jobs

Selain dalam produknya, Steve Jobs juga menerapakan minimalisme dalam aspek personal life. Hal ini terlihat dari cara berpakaiannya yang terkenal dengan celana jeans panjang dan sweater berwarna gelap. Warna polos serta warna gelap kegemarannya dianggap lebih praktis, sehingga dia tidak perlu menghabiskan waktu untuk memiliki baju apa yang sesuai setiap harinya, karena sudah memiliki default tampilannya. 

Bagi Steve, daripada menghabiskan waktu untuk memilih baju, ia lebih baik melakukan yoga atau membaca update bisnis yang bisa meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Tingkat efisiensi dan efektivitas yang demikian yang ia terapkan dari prinsip minimalis yang dianutnya.  

Pengaruh dalam Penataan Rumah Steve Jobs

Hal lain juga terlihat dari hunian yang dihuni Steve Jobs. Dalam buku biografinya, penulis menuliskan bahwa rumah yang ditinggali Steve Jobs sangat luas, tetapi sepertinya tidak terlalu banyak furnitur yang ditempatkan, sehingga sebagian ruangan terkesan kosong. Hal ini memang hal yang diinginkan oleh Steve, bahkan dia pernah berpikir untuk apa memiliki sebuah sofa diruang tamu ketika ruangan yang luas dengan alas yang nyaman sudah cukup untuk seseorang merasa nyaman berkunjung. 

Terlepas dari furnitur dalam rumahnya, Steve Jobs terkadang terobsesi dengan kesempurnaan. Bisa dilihat dari produk-produk yang dibuatnya yang terkesan sangat presisi dan sempurna, begitu pun dia dalam kehidupannya. Steve bisa berputar kemanapun hanya untuk mencari rancangan dan kombinasi furnitur yang sempurna, sehingga baginya membuang-buang waktu dengan melakukan hal tersebut. Hal itulah yang membuatnya percaya bahwa kesempurnaan desain furnitur dalam rumah adalah dengan tidak meletakkan terlalu banyak furnitur dirumahnya. Dengan begitu, ia lagi-lagi bisa mengalokasikan waktunya untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting. 

Belajar Minimalisme dari Steve Jobs

Dengan tidak terlalu memiliki banyak hal untuk dibayar dan diperhatikan, Steve memiliki waktu untuk fokus terhadap apa yang benar-benar ingin dicapai saja. Dengan memfokuskan pada produk tertentu dan menyisihkan produk lainnya, Steve mampu mengantar 4 produk unggulan Apple menjadi pemimpin trend teknologi masa kini, bahkan hingga saat ini. "The simpler product to finish, the easier to consumer to make a choice, and that's the most things you can get - Steve Jobs" 

Terkait work-life balance, Steve juga dikenal memiliki gaya hidup sehat dan seimbang. Dia tidak worcaholic hingga bekerja berjam-jam dalam sehari. Bahkan dia selalu memiliki family time dimalam hari, dan rutin meditasi di pagi hari dan pulang sebelum jam 6 sore. Dari keyakinan yang dianutnya, kedamaian juga terkait menyeimbangkan segala aspek dalam kehidupan. Karna jika salah satu aspek tidak berimbang, hidup bisa jadi terganggu. Inilah salah satu bentuk minimalisme, secukupnya sesuai dengan porsinya. 

Berikut video untuk kamu yang ingin mengetahui gambaran Steve Jobs dengan minimalismenya. 

Selamat menonton!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Hidup Minimalis?

  Source : www.medium.com Di era sekarang, istilah hidup minimalis sudah banyak dibahas. Menyederhanakan hidup di tengah  kesibukan dunia .  Bahkan, baru-baru ini triliuner kenamaan, Elon Musk, memutuskan untuk tinggal ke tiny box   dan menjual semua properti bernilai triliunan yang dimilikinya. Meminimaliskan hidup dengan mendekatkan diri ke tempat kerja serta menempatkan barang-barang sesuai kebutuhan, itulah alasan Elon Musk.  Arti Hidup Minimalis Menurut Kamus dan Para Ahli Menurut KBBI, minimalis artinya penggunaan unsur yang sederhana dalam mendapatkan kesan terbaik. Caleb Backe, ahli kesehatan mental US mengatakan tujuan hidup minimalis hanya berfokus pada hal yang benar-benar penting dan mengeliminasi hal yang tidak sering digunakan, bahkan mengurangi segala hal yang membuat seseorang tidak merasa bahagia. Stephanie Seferian, host acara Minimalist Podcast mengatakan hidup minimalis  adalah pilihan seseorang untuk hidup 'cukup'. Setiap ahli mem...

7 Keuntungan Menerapakan Hidup Minimalis

Edited with : www.canva.com "A Minimalist intentionally focuses on what really matters" - Caleb Backe Ketika kamu membuka artikel ini, kamu akan segera mengetahui apa saja keuntungan hidup minimalis. Gaya minimalis, yakni menyederhanakan semua hal yang kamu miliki hanya sebatas pada fungsi untuk mengoptimalkan kehidupan yang efisien. Konsepnya hidup secara sederhana.  Jangan dikira hanya orang yang tidak memiliki uang yang harus hidup sederhana dan jadi minimalis. Sudah banyak orang kaya di dunia yang menerapkan gaya minimalis ini karena mereka tahu keuntungan hidup minimalis bisa berdampak positif pada hidupnya. Sebut saja Mark Zuckeberg pendiri Facebook, Steve Jobs pendiri Apple, dan orang no.1 terkaya di tahun 2021, Elon Musk, CEO dari Tesla, mereka beberapa manusia yang sudah menerapakan gaya minimalis dalam hidupnya.  Ingat, Keuntungan Hidup Minimalis Ini  Terkadang dengan tahu keuntungan hidup minimalis, kamu menemukan hal yang lebih bermakna daripada sekedar berfoy...